Lomba Resensi Novel “DUA PEREMPUAN”
11 December 2008 – 21:02Deadlien: 31 Januari 2009
Lomba Resensi Novel “DUA PEREMPUAN” Novel karya Mujiana Abdul Kadir ini menyuguhkan tema sentral tentang cinta. Cinta seorang pria yang dikelilingi sejumlah wanita. Lika-liku cinta yang dilaluinya begitu dramatis. Dan menggoda…Syarat: – resensi minimal dua halaman kuarto (A4)besert – menyertakan struk/kuitansi asli pembelian Novel “DUA PEREMPUAN” – dikirmkan lewat pos ke Tinta Institute & Penerbit CPNS [...]
Deadlien: 31 Januari 2009
Lomba Resensi Novel “DUA PEREMPUAN”
Novel karya Mujiana Abdul Kadir ini menyuguhkan tema sentral tentang cinta. Cinta seorang pria yang dikelilingi sejumlah wanita. Lika-liku cinta yang dilaluinya begitu dramatis. Dan menggoda…
Syarat:
- resensi minimal dua halaman kuarto (A4)besert
- menyertakan struk/kuitansi asli pembelian Novel “DUA PEREMPUAN”
- dikirmkan lewat pos ke Tinta Institute & Penerbit CPNS (Cipta Prima Nusantara Semarang) yang beralamat di Komplek Perum Anugrah No 31 Ngijo Gunungpati Semarang
Pengiriman resensi paling lambat 31 Januari 2009.
Pengumunan pemenang pada 14 Februari 2009. Pemenang akan dihubungi langsung oleh penyelenggara.
Hadiah:
Juara 1: Rp 500.000 + paket buku
Juara 2: Rp 300.000 + paket buku
Juara 3: Rp 200.000 + paket buku
Juara 4: paket buku
Juara 5: paket buku
Info: Hubungi Beka di 081326393554/ 024-70719168
PS: Novel ini sudah bisa didapatkan di toko buku terdekat. Atau untuk pemesanan bisa hubungi Beka di 081326393554/ 024-70719168
Sumber: via PenulisLepas


6 Responses to “Lomba Resensi Novel “DUA PEREMPUAN””
saya tertarik untuk mengikuti lomba resensi novel “Dua Perempuan” tapi yang membuat saya heran, kenapa salah satu persyaratannya harus menyertakan struk/kuitansi pembelian novel ini ya?
By nina on Jan 2, 2009
tanggal 31 Januari itu berarti batas untuk pengiriman ya? bukan batas penerimaan naskah. Terima kasih.
Apa mungkin diminta menyertai struk pembelian itu supaya memang membeli tidak meminjam, ya kan?
By dee on Jan 18, 2009
Siti sangat blak-blakan bercerita tentang perilaku sex-nya kepada Bendi. Bahkan boleh dikatakan sensual dan fulgar. Apakah tokoh ini suatu pengingkaran terhadap mitos wanita jawa yang malu-malu kucing jika berbicara masalah seks, ataukah upaya pemberontakan wanita jawa yang mulai modern dan agresif? Atau hanya sensasi penulisnya saja yang notebene hingga saat ini masih lajang.
By Ki Plered on Jan 19, 2009
hai, bang masih ingat aku ndak! aku yang dulu ngangsu kawruh sama panjenegan. eh bang dulu kan aku ikut beli novel dua perempuan tapi kan nda ada kuintansinya gimana? lha wong dulu saya ikut menjualkanya?bang seandainya saya mau ikut bisa ndak? eh sekarang saya lagi mulai meningkatkan semangatku untuk menulis. bang makasih ya atas semuanya, dan maaf juga atas semuanya. karena beberapa hal yang aklhirnya aku ndak bisa menulis he..he.. ya mungkin yang pertama kemalasan yang memenangkan semangatku. aku selalu menerima motivator untuk lebih baik. ya kalau panjengan ingat aku balesi di email kuya
By sri asih on Feb 5, 2009
bang aku sriasih purworejo ingat ndak
By sri asih on Feb 5, 2009
pengumumannya kpn?
By airin on Feb 10, 2009