24 September 2009 – 19:02
Deadline: 8 Oktober 2009
Semua pihak menuduh pernikahan Galuh Anom dan Suryo Mas Wihajanto adalah kutukan para leluhur. Darah biru keduanya dilingkupi teluh. Terhina. Tak berdaya.
Hingga satu manuskrip berhuruf Pallawa yang diwariskan kakek buyut pembabat alas tanah Jawa sampai ke tangan Galuh Anom, membuka kunci seluruh rahasia, membalik nasibnya yang tak berdaya dan tertindas, melejit menuju puncak kemuliaan. Tujuh dari tujuh. Galuh Anom sendiri putri ketujuh, suaminya putra ketujuh. Anak yang lahir dari rahimnya kelak menempati urutan ketujuh. Keistimewaan yang menakjubkan, apalagi jika anak itu adalah seorang laki-laki!
Drama pergulatan manusia pun mengalir deras. Perseteruan, saling telikung, dan dusta melukis waktu.
Termasuk lomba Menulis |
1 Komentar »